4 Cara Mengatasi Diabetes yang Bisa Anda Lakukan Sehari-hari
Oleh agus purwanto
Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:
dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.
Diabetes memang bukan penyakit yang bisa disembuhkan. Namun
bukan berarti Anda jadi merasa putus asa. Jika Anda memiliki diabetes,
bukan berarti Anda tidak bisa lagi tertawa bersama teman-teman atau
keluarga. Anda masih bisa menonton film di setiap hari minggu atau pergi
ke suatu tempat yang menyenangkan tanpa rasa khawatir. Kuncinya hanya
satu, Anda hanya perlu menjaga tingkat gula darah Anda. Apa yang bisa
Anda lakukan sehari-hari untuk mengatasi diabetes? Anda akan tahu di
artikel ini.
Bagaimana cara mengatasi diabetes Anda sehari-hari?
Awalnya mungkin akan terasa sulit ketika dokter mengatakan bahwa Anda memiliki diabetes. Anda akan merasa dipusingkan oleh pengobatan dan perawatan yang harus Anda lakukan agar gula darah Anda tetap normal.
Tenang saja, Anda tidak sendirian, ada keluarga, teman, tenaga
medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan ahli gizi yang akan
membantu Anda. Bawa satu atau dua anggota keluarga Anda ketika melakukan
pemeriksaan secara berkala. Pastikan Anda memahami segala hal yang
perlu Anda ketahui tentang perawatan yang bisa mengatasi diabetes Anda.
1. Makan makanan sehat
Sebenarnya, makanan Anda hampir sama dengan semua orang yang tidak memiliki diabetes.
Bedanya, makanan Anda lebih diatur dari mereka. Pola makan teratur yang
sehat setiap harinya hampir sama dengan terapi nutrisi medis.
Makan makanan sehat ini dimaksudkan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi, rendah lemak dan kalori sehingga bisa mengontrol kadar gula darah Anda. Seperti apa makanan yang harus Anda makan sehari-hari untuk mengatasi diabetes?
- Makanan yang terbuat dari biji-bijian utuh atau karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang panggang, oatmeal, roti dan sereal dari biji-bijian utuh.
- Ganti gula Anda dengan pemanis rendah kalori dan mengandung kromium untuk meningkatkan fungsi insulin dalam tubuh, sehingga membantu diabetesi dalam mengontrol gula darah.
- Daging tanpa lemak yang dikukus, direbus, dipanggang, dan dibakar.
- Sayur-sayuran yang diproses dengan cara direbus, dikukus, dipanggang atau dikonsumsi mentah. Sayuran yang baik dikonsumsi untuk penderita diabetes di antaranya brokoli dan bayam.
- Buah-buahan segar. Jika Anda ingin menjadikannya jus, sebaiknya jangan ditambah gula.
- Kacang-kacangan, termasuk kacang kedelai dalam bentuk tahu yang dikukus, dimasak untuk sup dan ditumis.
- Popcorn tawar.
- Produk olahan susu rendah lemak dan telur.
- Ikan seperti tuna, salmon, sarden dan makarel.
Lalu apa keuntungan untuk diabetesi mengikuti pola makan makanan sehat yang teratur?
Anda bisa menjaga berat badan, menjaga kadar gula darah tetap
normal, dan mencegah penyakit jantung yang rentan pada pasien diabetes,
terlebih lagi cara ini bisa mengatasi diabetes Anda.
Tips jika Anda menggunakan insulin
- Suntikan insulin Anda.
- Makanlah jumlah makanan yang sama setiap hari pada waktu yang hampir bersamaan.
- Jangan melewatkan waktu makan, terutama jika Anda sudah menerima suntikan insulin. Jika Anda melewatkannya, kadar gula darah Anda akan turun.
Tips jika Anda tidak menggunakan insulin
- Patuhi pola makan yang diberikan.
- Jangan melewatkan waktu makan, terutama jika Anda mengonsumsi obat hipoglikemik oral (OHO) diabetes. Jika Anda melewatkannya, kadar gula darah Anda akan turun.
- Melewatkan waktu makanan bisa membuat Anda makan terlalu banyak pada jam berikutnya dan bisa menyebabkan kadar gula darah Anda turun.
2. Olahraga teratur
Mungkin Anda sudah terlalu sering mendengar dan bahkan merasa bosan jika olahraga baik untuk kesehatan Anda.
Namun, Anda memang tidak boleh meremehkannya, manfaat olahraga teratur
untuk diabetesi adalah membantu menjaga berat badan turun, insulin bisa
lebih mudah menurunkan gula darah, membantu jantung dan paru-paru
bekerja lebih baik dan memberi Anda lebih banyak energi. Cara sederhana
ini bisa mengatasi diabetes Anda.
Tidak usah yang terlalu berat Anda bisa mulai berjalan,
berenang, bersepeda didekat rumah Anda, mengikuti kelas tari, rajin
membersihkan rumah, atau mulai hobi berkebun adalah ide bagus supaya
Anda tetap aktif bergerak.
Cobalah berolahraga minimal tiga kali seminggu selama sekitar
30 sampai 45 menit. Jika Anda adalah tipe orang yang jarang olahraga,
cobalah 5 sampai 10 menit pada awal olahraga, dari sini nanti Anda bisa
meningkatkan waktunya.
Jika kadar gula darah Anda kurang dari 100-120, makanlah apel
atau segelas susu sebelum Anda berolahraga. Saat Anda sedang
berolahraga, bawalah makanan ringan agar gula darah Anda tidak turun.
Tips jika Anda menggunakan insulin
- Berolahraga setelah makan, bukan sebelum makan.
- Tes gula darah Anda sebelum, selama, dan sesudah olahraga. Jangan berolahraga bila kadar gula darah Anda rendah, kurang dari 70.
- Hindari berolahraga sebelum tidur karena bisa menyebabkan gula darah Anda turun di malam hari.
Tips jika Anda tidak menggunakan insulin
- Temui dokter Anda, jika Anda berniat untuk ikut kelas fitness atau program latihan olahraga.
- Tes gula darah Anda sebelum dan sesudah berolahraga jika Anda mengonsumsi obat diabetes. Pastikan Anda gula darah tidak lebih rendah dari 70.
3. Tes gula darah Anda setiap hari
Pemantauan kadar gula darah
secara rutin adalah cara utama untuk mengatasi diabetes dan menjaga
kadar gula darah Anda tetap normal. Pemeriksaan ini akan memberitahu
Anda kadar glukosa darah Anda secara real time atau saat itu juga. Sebaiknya Anda memang memiliki alat untuk memeriksa kadar gula darah di rumah.
Anda bisa menggunakan alat tes gula darah yang disebut glukometer. Berikut petunjuk cara pemakaiannya:
- Setelah mencuci tangan, masukkan test strip ke alat ukur gula darah.
- Tusuk ujung jari dengan jarum yang disediakan agar mengeluarkan darah.
- Remas atau pijat jari sampai keluar darah (ukuran sampel darah yang diperlukan berbeda-beda tergantung alat ukurnya).
- Pegang dan tahan ujung test strip sampai darah menetes pada test strip, dan tunggu hasilnya.
- Kadar glukosa darah akan muncul di layar alat ukur.
Tingkat gula darah pada tubuh mengalami perubahan, terutama
sebelum dan setelah makan. Tingkat gula darah normal sebelum makan
70-130 mg/dL, sedangkan setelah delapan jam puasa seharusnya kurang dari
100 mg/dL. Kemudian, tingkat gula darah dua jam setelah makan
seharusnya kurang dari 180 mg/dL dan menjelang tidur berkisar 100-140
mg/dL.
Jumlah kadar gula darah dapat menggambarkan kondisi kesehatan
Anda. Kadar gula darah tinggi dianggap sebagai pertanda bahwa kondisi
tubuh Anda sedang tidak sehat. Catat kadar gula darah setiap kali Anda
memeriksa kadar gula darah.
4. Pastikan Anda selalu minum obat atau suntik insulin
Meski diabetes tidak bisa disembuhkan, pendeteksian sejak dini
memungkinkan kadar gula darah penderita diabetes bisa dikendalikan.
Tujuan pengobatan diabetes adalah untuk mengatasi diabetes,
memertahankan keseimbangan kadar gula darah dan meminimalisasi risiko
komplikasi.
Obat-obatan yang tepat untuk mengatasi Diabetes Tipe 2
Keseimbangan kadar gula darah pada diabetes terkadang tidak
bisa terjaga dengan baik hanya melalui penerapan pola makan sehat dan
olahraga teratur. Anda juga mungkin membutuhkan obat-obatan untuk
menanganinya.
Ada beberapa jenis obat (biasanya dalam bentuk tablet) yang
dapat digunakan untuk diabetes tipe 2 (obat hipoglikemik oral). Anda
juga mungkin diberikan kombinasi dari dua jenis obat atau lebih untuk
mengendalikan kadar gula darah Anda. Obat yang biasa diberikan adalah metformin, sulfonilurea, pioglitazone, gliptin, agonis, acarbose, nateglinide dan repaglinide
Terapi insulin sebagai pendamping obat-obatan lain
Obat-obatan dalam bentuk tablet mungkin akan kurang efektif untuk mengobati diabetes, sehingga Anda membutuhkan terapi insulin.
Berdasarkan dosis dan cara pemakaiannya, terapi ini dapat diberikan
untuk menggantikan atau diberikan bersamaan dengan obat-obatan.
Baca Juga:- Berbagai Tips Sehat Menjaga Kadar Gula Darah Normal
- 4 Camilan Sehat yang Aman untuk Penderita Diabetes
- Sejak Kena Diabetes, Suasana Hati Jadi Berubah-ubah (Moody)? Ini Alasannya
4 Tanaman Ini Bisa Jadi Obat Diabetes Alami
BANYAK ramuan dan rempah yang biasa diklaim memiliki khasiat penurun gula darah dan bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2 atau berisiko tinggi. Melansir dari diabetes.co, ada sejumlah studi klinis telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir yang menunjukkan hubungan potensial antara terapi herbal dan peningkatan kontrol glukosa darah.
Berikut beberapa tanaman yang bisa dikonsumsi untuk membantu penderita diabetes :
1. Lidah Buaya
Penelitian menunjukkan bahwa asupan jus lidah buaya dapat membantu memperbaiki kadar glukosa darah dan kerena itu bermanfaat untuk mengobati diabetes. Karena lidah buaya dapat menurunkan lemak darah pada pasien dengan tingkat molekul abnormal atau diabetes tipe 2. Lidah buaya juga dapat mengurangi pembengkakan dan penyembuhan luka lebih cepat.

2. Ekstrak bilberry
Studi penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam bilberry, anthocyanosides, dapat meningkatkan kekuatan pembuluh darah yang dapat memiliki sifat perlindungan terhadap kerusakan retina pada orang dengan diabetes. Ekstrak bilberry tidak dikenal sebagai pengobatan diabetes tapi penderita diabetes mungkin memperhatikan hal itu dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah.

Jika menggunakan obat penurun gula darah yang dapat menyebabkan hipoglikemia, Anda mungkin perlu memantau kadar glukosa darah dan berhati-hati untuk memastikan kadar gula darah tidak terlalu rendah.
3. Jahe
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal produk alami Planta Medica edisi Agustus 2012 menunjukkan bahwa jahe dapat memperbaiki kontrol gula darah jangka panjang untuk orang-orang dengan diabetes tipe 2.

Peneliti dari University of Sydney, Australia menemukan bahwa ekstrak dari Buderim Ginger (jahe dari Australia) dapat meningkatkan pengembalian glukosa ke sel otot tanpa menggunakan insulin, dank arena itu membantu pengelolaan gula darah tinggi.
4. Paria
Selain menjadi bahan makanan, paria juga telah lama digunakan sebagai obat herbal untuk berbagai penyakit, termsuk diabetes tipe 2. Buah ini mengandung setidaknya tiga zat aktif dengan sifat anti diabetes, termasuk charantin yang telah dikonfirmasi memiliki efek penurunan kadar glukosa darah.

Paria juga diketahui mengandung lektin yang mengurangi konsentrasi glukosa darah dengan bekerja pada jaringan perifer dan menekan nafsu makan yang sama dengan efek insulin di otak. Lektin ini dianggap sebagai faktor utama di balik efek hipoglikemik yang berkembang setelah mengkonsumsi paria. (Desianti Yus Rusana)***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar