https://agusazzam02.blogspot.com/2020/10/cara-mudah-dapat-nilai-pada-tmk-ut-2020.html

29 Agustus 2016

Cara Verval Dokumen Guru atau Verval Data Arsip NUPTK 2016

Assalamualaikum Wr Wb dan salam sejahtera bagi pengunjung website dimana saja berada, semoga Anda dalam keadaan sehat selalu dan dilimpahkan RezekiNya…Aminnn…..
Panduan verval data PTK atau guru ini menjadikan kewajiban baru bagi si pengentri data yaitu operator sekolah dilaman verval PTK milik PDSP Kemdikbud. Proses validasi data juga nantinya dipergunakan untuk usul NUPTK bagi yang belum memiliki.


Verval PTK versi 1.3
Menu tambahan Verval Dokumen, 

Dokumen 1 (KTP) :
Dokumen 2 (SK PNS) :
Dokumen 3 (SK Penugasan dari Dinas) :
Dokumen 4 (Ijazah Setara SD) :
Dokumen 5 (Ijazah Setara SMP) :
Dokumen 6 (Ijazah Setara SMA / SMK ) :
Dokumen 7 (Ijazah Setara S1 / D4 )


Langkah Kerja
1. Silahkan LOGIN pada Website ini

    >>> Pilih Verval NUPTK
2. Klik Menu "Verval Dokumen"
3. klik tombol "Verval Arsip"


4. Pilih PTK yang akan diverval (diupload dokumennya)
5. Tekan Tombol "Upload Dokumen Verval Arsip"

6. Pilih "Select" Pada tiap dokumen yang akan diunggah. Adapun dokumen yang diperlukan adalah ; KTP, SK PNS, SK Penugasan dari Dinas (SPT), 4 buah Ijazah (SD, SMP, SMA, SI/D4).
7. Setelah semua terisi, silahkan tekan tombol "Upload Dokumen"
8. Tampilan akan kembali ke daftar PTK, Minus PTK yang telah diupload filenya.
9. Keesokan harinya cek status vervalnya dengan cara Klik tombol "Verval Dokumen" > "Status Verval Arsip"
10
Catatan :
a. Semua dokumen adalah hasil Scan / Foto dari dokumen Asli (tdk boleh fotocopy)
b. Teks pada Dokumen harus dapat terbaca dengan jelas
c. Judul Dokumen usahakan singkat namun jelas menggambarkan isi.
d. Semua dokumen yg diupload berformat pdf.
e. Ukuran maximal.. nah ini saya belum tahu berapa maximalnya, untuk info saja, ukuran terbesar yang saya upload dengan sukses sebesar 200 kb.
Pertanyaan
a. Batas WAktu ? belum jelas, tapi biasanya kalau verval begini batas waktunya sangat panjang. Mas Aryadi Nugroho mungkin bisa kasih masukkan?
b. bagaimana dengan PTK Non PNS, apakah semua harus diupload atau sebagian dokumen saja (seusai permintaan dokumennya) ? jujur aku blum tahu gimana jawabnya. Ada yang sudah tahu? mohon informasinya
Jgn Lupa masih ada kerjaan lain yaitu VervalPD.

Jika menurut Anda berguna silahkan Sheree...

 @Semoga_Bermanfaat

Admin_Nasty MEMPERINGATKAN Yang mau Copy Paste (COPAS) Jagan Lupa Tampilkan Sumber ini : http://opsptd.blogspot.com/2016/08/cara-verval-dokumen-guru-atau-verval.html#ixzz4IjcaEU8K

28 Agustus 2016

Download Audio: Fiqh Qurban (Ust. Abdurrahman Hadi, Lc.)

Download Audio: Fiqh Qurban (Ust. Abdurrahman Hadi, Lc.)



Kajian Islam ilmiah oleh Ustadz Abdurrahman Hadi, Lc. (hafidzohullohu)
Kajian ini disampaikan secara langsung pada 2 November 2010 sebanyak dua sesi kajian (dua berkas). Anda dapat memutar kajian ini secara langsung atau download kajian MP3 ini ke komputer ini. Menyambut akan datangnya Hari Raya Qurban, kiranya sudah terlambat jika mengunggah (upload) kajian ini yang telah disampaikan secara langsung di radio syi’ar dan dakwah Islam, Suara Al-Iman 900 AM Surabaya, jauh hari sebelum Hari Raya ‘Ied Qurban, yakni sebelum bulan Dzulhijjah, namun insyaAlloh tidak mengurangi manfaat dari isi kajian ini sebagai penambah ilmu menyambut Qurban, Allohul musta’an. Read the rest of this entry

Download Mp3 Murotal Anak Qari Idris Al-Hasyimi

Download Mp3 Murotal Anak Qari Idris Al-Hasyimi

Diposting oleh Muratal Mp3 • Di: Murotal mp3 komplit
Download Mp3 Murotal Anak Qari Idris Al-Hasyimi

murotal-idris-al-hasyimi.png
Orang yang membaca Al-Qur’an di ibaratkan jeruk yang rasanya manis.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: Perumpamaan orang mukmin yang membaca Qur’an ialah seperti jeruk manis. Baunya harum dan rasanya manis. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Qur’an ialah seperti kurma, tidak berbau tetapi rasanya manis. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Qur’an ialah seperti kemangi, baunya harum tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Qur’an ialah seperti paria, tidak berbau dan rasanya pahit. (Shahih Muslim: 766)

1 Surah Al-Fatihah
2 Surah Al-Baqarah
3 Surah Al-Imran
4 Surah An-Nisa
5 Surah Al-Ma'idah
6 Surah Al-An'am
7 Surah Al-'Araf
8 Surah Al-Anfal
9 Surah At-Taubah
10 Surah Yunus
11 Surah Hud
12 Surah Yusuf
13 Surah Ar-R'ad
14 Surah Ibrahim
15 Surah Al-Hijr download
16 Surah An-Nahl
17 Surah Al-Isra
18 Surah Al-Kahf
19 Surah Maryam
20 Surah TaHa
21 Surah Al-Anbiya
22 Surah Al-Hajj
23 Surah Al-Mu'minun
24 Surah An-Nur
25 Surah Al-Furqan
26 Surah Asy-Syu'ara
27 Surah An-Naml
28 Surah Al-Qashash 29 Surah Al-Ankabut
30 Surah Ar-Rum Download
31 Surah Luqman
32 Surah As-Sajdah
33 Surah Al-AhzabDownload
34 Surah Saba'
35 Surah Al-Fathir Download
36 Surah Yasin
37 Surah Ash-Shaffat
38 Surah Shad
39 Surah Az-Zumar
40 Surah Ghafir
41 Surah Al-Fushilat Download
42 Surah Asy-Syura
43 Surah Az-Zukhruf
44 Surah Ad-Dukhan
45 Surah Al-Jatsyiah
46 Surah Al-Ahqaf
47 Surah Muhammad
48 Surah Al-Fath Download
49 Surah Al-Hujarat
50 Surah Qaf
51 Surah Az-Zariyat
52 Surah At-Tur
53 Surah An-Najm
54 Surah Al-Qamar
55 Surah Ar-Rahman
56 Surah Al-Waqi'ah
57 Surah Al-Hadid
58 Surah Al-Mujadilah
59 Surah Al-Hashr
60 Surah Al-Mumtahanah
61 Surah Ash-Shaff Download
62 Surah Al-Jumu'ah
63 Surah Al-Munafuqun
64 Surah At-Taghabun
65 Surah At-Talaq
66 Surah At-Tahrim
67 Surah Al-Mulk
68 Surah Al-Qalam
69 Surah Al-Haqqah
70 Surah Al-Ma'arij
71 Surah Nuh
72 Surah Al-Jin
73 Surah Al-Muzzammil
74 Surah Al-Mudatsir
75 Surah Al-Qiyamah
76 Surah Al-Insan
77 Surah Al- Mursalat
78 Surah An-Naba Download
79 Surah An-Nazi'at
80 Surah Abasa Download
81 Surah At-Takwir
82 Surah Al-Infithar
83 Surah Al-Muthafifin
84 Surah Al-Insyiqaq
85:Surah Al-Buruj
86 Surah Ath-Thariq
87 Surah Al-'Ala
88 Surah Al-Ghasyiah
89 Surah Al-Fajr Download
90 Surah Al-Balad
91 Surah Asy-Syamsy
92 Surah Al-Lail
93 Surah Ad-Duha
94 Surah Ash-Sharh
95 Surah At-Tiin
96 Surah Al-'Alaq
97 Surah Al-Qodr
98 Surah Al-Baiyinah Download
99 Surah Az-Zalzalah
100 Surah Al-'Adiyat
101 Surah Al-Qariah
102 Surah At-Takutsur
103 Surah Al-'Ashr
104 Surah Al-Humazah
105 Surah Al-Fil
106 Surah Al-Quraisy
107 Surah Al-Ma'un
108 Surah Al-Kautsar
109 Surah Al-Kafirun
110 Surah An-Nashr
111 Surah Al-Massad
112 Surah Al-Ikhlash
113 Surah Al-Falaq
114 Surah An-Naas

24 Agustus 2016

Download KKM Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Edisi Revisi

Download KKM Kelas 4 SD Kurikulum 2013 Edisi Revisi

Download KKM untuk kelas 4 SD sesuai dengan Kurikulum 2013 terbaru.
Download KKM untuk kelas 4 SD sesuai dengan Kurikulum 2013 terbaru.
Kurikulum 2013 (K-13) pada tahun pelajaran ini mulai kembali diterapkan pada kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Salah satu kelengkapan dalam proses pembelajaran yang harus dibuat guru, khususnya guru kelas 4 adalah Ketuntasan Minimal (KKM).

Baca juga: Prota dan Promes Kurikulum 2013 Kelas 4 SD

KKM adalah kriteria paling rendah untuk menyatakan


siswa mencapai ketuntasan. Dengan Kurikulum 2013, guru dapat lebih leluasa dalam menentukan nilai KKM. KKM menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi yang dinyatakan dengan angka.
untuk kelas 4 SD sesuai dengan Kurikulum 2013 terbaru dapat didownload melalui tautan berikut ini. Selanjutnya Anda dapat mengubah atau menyusun kembali promes tersebut sesuai dengan tema dan alokasi waktu sesuai dengan kalender pendidikan.

Hal-hal yang dipertimbangkan dalam menentukan KKM adalah: Kompleksitas, Daya Dukung, Intake (Kemampuan Siswa). KKM untuk kelas 4 SD sesuai dengan Kurikulum 2013 terbaru dapat didownload melalui tautan berikut ini.



Selanjutnya Anda dapat mengubah atau menyusun kembali promes tersebut sesuai dengan tema dan tiga aspek utama dalam proses belajar mengajar siswa. Sekolah harus melakukan sosialisasi KKM agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh siswa dan orang tuanya, sebab mereka berhak untuk mengetahui.

23 Agustus 2016

BEKAM

Mengenal Jenis Bekam dan Efek Sampingnya

Jenis-jenis Terapi Bekam

Ada berbagai jenis terapi bekam, di antaranya yang paling umum dilakukan adalah:

1. Bekam kering (hanya mengisap kulit, biasa disebut kop)
2. Bekam basah (kombinasi antara hisap kulit dan perdarahan terkontrol yang disengaja).

Kedua jenis bekam menggunakan zat yang mudah terbakar seperti alkohol, herbal, atau kertas yang ditempatkan di dalam cangkir dan dibakar. Setelah api padam, cangkir ditempatkan terbalik di kulit pasien.

Saat udara di dalam cangkir mendingin, terciptalah ruang hampa. Hal ini menyebabkan kulit tertarik dan memerah serta pembuluh darah berkembang. Cangkir umumnya dibiarkan di tempatnya selama lima sampai 10 menit.

Manfaat Terapi Bekam

The British Cupping Society mengatakan, terapi bekam bisa mengobati berbagai kondisi meski ini belum didukung oleh penelitian ilmiah. Menurut The British Bekam Society, terapi bekam dapat digunakan untuk mengobati:

1. Kelainan darah seperti anemia dan hemofilia
2. Penyakit rematik seperti arthritis dan fibromyalgia
3. Membantu meningkatkan kesuburan dan membantu mengobati gangguan ginekologi
4. Masalah kulit seperti eksim dan jerawat
5. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
6. Migrain
7. Kecemasan dan depresi
8. Penyumbatan bronkial yang disebabkan oleh alergi dan asma
9. Pembuluh darah melebar

Efek Samping Terapi Bekam

Terapi bekam dianggap relatif aman, terutama bila dilakukan oleh para profesional kesehatan terlatih. Potensi efek samping meliputi:

- Ketidaknyamanan ringan
- Luka bakar
- Memar
- Infeksi kulit

Masih menurut The British Cupping Society, terapi bekam harus dihindari oleh kelompok berikut:

- Wanita hamil atau menstruasi
- Penderita kanker metastatik (kanker yang telah menyebar dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain)
- Orang dengan patah tulang atau spasme otot

Organisasi ini juga mengatakan terapi bekam sebaiknya tidak diterapkan ke bagian tubuh yang memiliki:

- Trombosis vena dalam
- Luka
- Bagian arteri
- Bagian tubuh di mana kita bisa merasakan denyut nadi atau jantung.

Sedangkan, menurut American Cancer Society, hanya mengandalkan terapi ini dan menunda atau menghindari perawatan medis konvensional untuk kanker, sebaiknya tidak dilakukan, karena mungkin akan menimbulkan konsekuensi kesehatan yang serius.

Jadi, disarankan bagi penggemar terapi bekam yang menderita penyakit tertentu, untuk tetap berobat ke dokter dengan ilmu kedokteran modern.

 

Tutorial bekam

 




 

 

CARA MEMBUAT DAFTAR ISI OTOMATIS DENGAN MS.WORD 2007

MEMBUAT DAFTAR ISI OTOMATIS DENGAN MS.WORD 2007

Jumat, 03 September 2010
Banyak yang masih tidak tahu mengenai cara pembuatan daftar isi secara otomatis, rapi, dan cepat. Oleh sebab itu, dsni akan saya bahas cara penggunaanya, sehingga dalam pembuatan laporan, skripsi, dan jurnal dapat digunakan. Berikut adalah langkah-langkahnya :

1. Buka dokumen MS.WORD yang akan anda buat daftar isinya

2. Insert>>>Page Break di halaman paling akhir dari dokumen tsb
Ketik DAFTAR ISI


3. Blok tiap judul, subjudul dan pilih stylenya dengan cara home>>>style>>>save selection as new quick style , contoh:
-Blok dahulu judul Bab, misalnya BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN


- Save dengan nama terserah anda, jika tidak diganti, tetap dengan nama Style1 jg tidak apa2
Misal : Untuk Judul save dengan Style1, lakukan hal yang sama untuk subjudulnya (Blok lagi 3.1 Bahan kemudian save dengan nama Style2), 3.1.1 dengan nama style3, dst bila ada subjudul lagi.



Nb : Perlu diingat, untuk Judul seperti Bab I, BAB II, DAFTAR ISI, DAFTAR PUSTAKA gunakan style yang sama yaitu style1

Sub Judul juga begitu, 3.2 Peralatan, 3.3 Metode, dst menggunakan style2
Sub-sub judul seperti 3.1.2 , 3.2.1, dst menggunakan style3 (Caranya sama dengan yg diatas)

4. Bila telah menentukan style untuk smua jdul dan sub judul, maka langkah berikutnya:
Pada menu pilih References>>>Table of contents>>>Insert Table of contents
Maka akan muncul kotak dialog Table of Contents>>>pilih option>>>Scrool TOC level sampai ke bagian style lalu beri nomer levelnya>>> lalu OK
5. Maka akan keluar hasil daftar isinya ...CILUUUUK BAAAA

Smoga artikel ini akan bermanfaat bagi semua

Colek shabat yg lg bingung bikin daftar isi : fifi, anita, ayun....hehehehee


SOMBONG PENGHALANG MASUK SYURGA

 Hasil gambar untuk gambar orang sombong


Kesombongan Penghalang Masuk Surga

Khutbah Pertama:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ المُتَوَالِيَةِ وَعَطَايَاهُ المُتَتَالِيَةِ وَنِعَمِهِ اَلَّتِي لَا تَعُدَّ وَلَا تُحْصَى, أَحْمَدُهُ جَلَّا وَعَلَا وَأُثْنِي عَلَيْهِ
الخَيْرَ كُلَّهُ لَا نُحْصِي ثَنَاءَ عَلَيْهِ هُوَ سُبْحَانَهُ كَمَا أَثْنَى عَلَى نَفْسِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا .
أَمَّا بَعْدُ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ عِبَادَ اللهِ: اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى،

Ibadallah,
Kesombongan (al-kibr) adalah melihat diri sendiri melebihi al-haq (kebenaran) dan al-khalq (makhluk; orang lain). Jadi, orang yang sombong melihat dirinya di atas orang lain dalam sifat kesempurnaan.
Kesombongan ada dua yaitu kesombongan terhadap al-haq (kebenaran), dan kesombongan terhadap al-khalq (makhluk/manusia).
Seorang manusia, tatkala melihat dan menganggap dirinya besar atau mulia, dia akan menganggap orang lain kecil dan merendahkannya. Dia akan memandang al-haq (kebenaran) akan menghancurkan kedudukannya dan mengecilkan posisinya. Dan dia melihat manusia lainnya seolah-olah binatang, karena dianggap bodoh dan hina.

Dalam hadits, Rasulullah telah menjelaskan makna kesombongan:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ  لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ : إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ.

Dari Abdullah bin Mas’ud, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam hatinya.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya semua orang senang bajunya bagus, sandalnya bagus, (apakah itu kesombongan?”) Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”.  (HR. Muslim).

Ibadallah,
Sesungguhnya bahaya kesombongan itu sangat besar, banyak orang binasa karenanya. Diantara bahaya kesombongan adalah kesombongan merupakan dosa pertama yang dilakukan makhluk. Kesombongan adalah dosa pertama yang dilakukan Iblis. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Al-Baqarah/2: 34)

Diantara bahaya kesombongan juga adalah neraka menjadi tempat kembali mereka, sebagaimana ketika Allah Azza wa Jalla menyebutkan sifat sombong orang-orang kafir dalam firman-Nya:

قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ

Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. (Az-Zumar/39:72)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَهْلَ النَّارِ كُلُّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ جَمَّاعٍ مَنَّاعٍ وَأَهْلُ الْجَنَّةِ الضُّعَفَاءُ الْمَغْلُوبُونَ

Sesungguhnya penduduk neraka adalah semua orang yang kasar lagi keras, orang yang bergaya sombong  saat berjalan, orang yang bersombong, orang yang banyak mengumpulkan harta, orang yang sangat bakhil. Adapun penduduk surga adalah orang-orang yang lemah dan terkalahkan. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad dan al-Hakim).

Mereka akan merasakan berbagai macam siksaan di neraka Jahannam, akan diliputi kehinaan dari berbagai sisi, dan akan diminumi nanah penduduk neraka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ

Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka  akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan). (Hadits Hasan. Riwayat al-Bukhari, Tirmidzi, Ahmad, dan Nu’aim bin Hammad).

Kaum muslimin rahimakumullah,
Sebagian orang menyangka bahwa kesombongan itu letaknya dalam hati saja, sehingga dengan perbuatannya semata-mata seseorang itu tidak bisa dikatakan  sombong. Benarkah demikian? Ternyata tidak. Karena walaupun pada asalnya kesombongan itu di dalam hati, akan tetapi bisa memunculkan bentuk-bentuk kesombongan yang dapat diketahui oleh panca indra. Inilah di antara bentuk kesombongan-kesombongan yang harus ditinggalkan:

Pertama: Takabbur Terhadap Al-Haq
Di antara bentuk kesombongan terburuk adalah menolak kebenaran. Kesombongan ini menyebabkan dia tidak bisa mengambil faedah ilmu dan tidak bisa menerima al-haq serta tidak tunduk kepada al-haq. Terkadang ia meraih pengetahuan, namun jiwanya tidak mau tunduk terhadap al-haq, sehingga ia tidak bisa mendapatkan manfaat dari ilmu yang berhasil dia raih, sebagaimana Allah Azza wa Jalla memberitakan tentang kaum Fir’aun:

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan. (An-Naml/27: 14)

Orang yang takabbur terhadap al-haq –walaupun kebenaran itu datang kepadanya lewat perantara anak kecil atau orang yang dia benci dan musuhi- , maka sebenarnya dia takabbur kepada Allah Azza wa Jalla , karena Allah Azza wa Jalla adalah al-Haq, perkataan-Nya adalah haq, agama-Nya haq, al-haq merupakan sifat-Nya, dan al-haq itu berasal dari-Nya dan untuk-Nya. Jika seseorang menolak al-haq, enggan menerimanya, maka sesungguhnya dia menolak Allah Azza wa Jalla dan takabbur terhadap-Nya. Dan barangsiapa takabbur terhadap Allah Azza wa Jalla, niscaya Allah Azza wa Jalla akan menghinakannya.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Menolak al-haq yaitu seseorang menolak kebenaran berdasarkan penilaian dirinya dan fikirannya. Dia melihat bahwa dirinya lebih besar dari kebenaran. Tandanya adalah seseorang yang didatangkan kepadanya dalil-dalil dari al-Kitab dan as-Sunnah, tetapi dia tidak menerima, bahkan dia terus mengikuti pendapatnya, maka ini adalah sebentuk penolakan terhadap kebenaran. Banyak orang hanya membela dirinya, jika dia telah berpendapat dengan satu pendapat, tidak mungkin dia meninggalkannya, walaupun dia tahu pendapatnya itu menyelisihi kebenaran. Sikap ini sesungguhnya menyelisihi agama dan akal. Yang wajib adalah seseorang itu kembali mengikuti kebenaran, di manapun ia dapati, walaupun kebenaran itu menyelisihi pendapatnya.

Sesungguhnya sikap ini lebih mulia baginya di sisi Allah dan di sisi manusia, serta lebih menyelamatkannya. Janganlah engkau menyangka, jika engkau meninggalkan pendapatmu menuju kebenaran, itu akan merendahkan kedudukanmu di kalangan manusia, namun justru itu akan meninggikan kedudukanmu, dan mansuia akan mengetahui bahwa engkau hanya mengikuti kebenaran. Adapun orang yang menentang, dan terus mengikuti pendapatnya, serta menolak kebenaran, maka ini adalah orang yang sombong. Kita berlindung kepada Allah Azza wa Jalla.” (Diringkas dari Syarah Riyadhus Shalihin, bab: Keharaman Kesombongan dan ujub)

Kedua: Takabbur Terhadap Manusia.
 Yaitu seseorang memandang dirinya di atas manusia lainnya, sehingga dia menganggap dirinya besar dan meremehkan yang lain. Kesombongan ini akan mendorong kepada kesombongan terhadap perintah Allah Azza wa Jalla. Sebagaimana kesombongan Iblis terhadap nabi Adam ‘alaihissallam mendorongnya untuk enggan melaksanakan perintah Allah untuk sujud kepada Adam ‘alaihissallam. Allah Azza wa Jalla berfirman:

فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ﴿٧٣﴾ إِلَّا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ ﴿٧٤﴾ قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ ۖ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ ﴿٧٥﴾ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ ۖ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, “Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. (Shaad/38: 73-76)

Ketiga: Kesombongan Dengan Pakaian.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُو بَكْرٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ إِزَارِي يَسْتَرْخِي إِلَّا أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَسْتَ مِمَّنْ يَصْنَعُهُ خُيَلَاءَ

Barangsiapa menyeret pakaiannya dengan sebab sombong, Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat. Lalu Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya terkadang salah satu sisi sarungku turun, kecuali jika aku menjaganya”. Maka Nabi bersabda, “Engkau tidak termasuk orang yang melakukannya dengan sebab sombong”. (HR. al–Bukhari dan lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma).

أَقُوْلُ هَذَا القَوْلَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ .



Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَظِيْمِ الإِحْسَانِ وَاسِعِ الفَضْلِ وَالجُوْدِ وَالاِمْتِنَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا .
أَمَّا بَعْدُ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ عِبَادَ اللهِ:
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ وَقَاهُ وَأَرْشَدَهُ إِلَى خَيْرٍ أُمُوْرٍ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ، وَتَقْوَى اللهِ – عَبِادَ اللهِ – أَنْ يَعْمَلَ العَبْدُ بِطَاعَةِ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ يَرْجُوْ ثَوَابَ اللهِ، وَأَنْ يَتْرُكَ مَعْصِيَةَ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ يَخَافُ عِقَابَ اللهِ .

Ibadallah,

Keempat: Kesombongan Dengan Perbuatan.
Kesombongan dengan perbuatan bisa berupa memalingkan wajahnya dari manusia, berjalan dengan berlagak, dan lainnya. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Luqman/31: 18)

Semoga Allah Azza wa Jalla menjauhkan kita dan menjaga kita dari kesombongan dengan segala bentuknya. Hanya Allah Azza wa Jalla tempat memohon pertolongan.

وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ عَلَى النَّبِيِّ المُصْطَفَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فِي كِتَابِهِ فَقَالَ: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ [الأحزاب:٥٦] ، وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (( مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا)). اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ .
وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَلْأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنِ اتَّبِعُهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ, اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، وَاحْمِ حَوْزَةَ الدِّيْنَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِيْنَكَ، اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي كُلِّ مَكَانٍ اَللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ فِي فِلَسْطِيْنَ وَفِي كُلِّ مَكَانٍ، اَللَّهُمَّ أَيِّدْهُمْ بِتَأْيِيْدِكَ وَاحْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، اَللَّهُمَّ وَعَلْيَكَ بِاليَهُوْدِ المُعْتَدِيْنَ الغَاصِبِيْنَ فَإِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُوْنَكَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُ بِكَ اللَّهُمَّ مِنْ شُرُوْرِهِمْ، اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَ أَمْرِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى وَأَعِنْهُ عَلَى البِرِّ وَالتَّقْوَى وَسَدِدْهُ فِي أَقْوَالِهِ وَأَعْمَالِهِ وَأَلْبِسْهُ ثَوْبَ الصِحَّةَ العَافِيَةَ وَارْزُقْهُ البِطَانَةَ الصَالِحَةَ النَاصِحَةَ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْ جَمِيْعَ وُلَاةَ أُمُوْرِ المُسْلِمِيْنَ لِلْعَمَلِ بِكِتَابِكَ وَاتِّبَاعِ سُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاجْعَلْهُمْ رَحْمَةً وَرَأْفَةً عَلَى عِبَادَكَ المُؤْمِنِيْنَ.
اَللَّهُمَ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا زَكِّهَا أَنْتَ خَيْرَ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَهَا، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالسَّدَادَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الخَيْرِ كُلِّهُ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.


(Diadaptasi dari tulisan Ustadz Abu Ismail Muslim al-Atsari dimajalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XVIII/1436H/2015M).

Laporan PKP (Pemantapan Kemampuan Profesional) - IDIK4501

  Contoh Laporan PKP (Pemantapan Kemampuan Profesional) - PDGK4501 - IPS      agusazzam02.blogspot.com ingin berbagi kepada para pendidik...